Langsung ke konten utama

TRAVEL NEWS

Ratusan Wisatawan Mulai Berangkat Ikuti Sail to Krakatau

Muhammad Iqbal
Redaksi Travel

Foto: Perjalanan Sail to Krakatau (Muhammad Iqbal/detikTravel)
Banten - Ratusan wisatawan dari berbagai daerah mengikuti Sail to Krakatau di Kota Cilegon, Banten. Mereka akan mengunjungi Pulau Anak Krakatau dan susnet yan aduhai.

Keberangkatan menuju pulau legendaris akibat letusan Gunung Krakatau itu dimulai dari Dermaga IV Pelabuhan Merak menggunakan kapal KM Sebuku milik PT ASDP. Perjalanannya memakan waktu sekitar 2,5 jam. Di dalam kapal, wisatawan disuguhi berbagai hiburan mulai dari pementasan tari hingga wisata kuliner yang menyediakan makanan khas Cilegon dan Banten.

Ruter perjalananan Sail to Krakatau tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, meski sudah digelar 2 kali namun tahun ini wisatawan akan diajak mengitari gunung Krakatau untuk melihat keindahan gunung berapi itu. Selain itu, wisatawan juga akan diajak melihat sunset sesampainya di Krakatau.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cilegon selaku penggagas acara Sail to Krakatau, Fredy Indardi mengungkapkan, jika tahun sebelumnya rute perjalanan hanya ke gunung Krakatau, kali ini wisatawan akan diajak untuk melihat keindahan Mercusuar Nol Kilometer Anyer-Panarukan dari laut.

Para peserta Sail to Krakatau (Muhammad Iqbal/detikTravel)Para peserta Sail to Krakatau (Muhammad Iqbal/detikTravel)


"Kita ke Mercusuar Titik Nol jalur Anyer-Panarukan, lampu Mercusuarnya kan itu bagus terus ke pinggirannya, berlayar sepanjang bibir pantai untuk melihat lampu-lampu industrinya kan bagus," kata dia.

Sail to Krakatau tahun 2017 juga dimaksudkan untuk membantu pemerintah guna memenuhi kunjungan wisatawan domestik maupun luar negeri.

"Walaupun gunung Krakatau diakui sebagai milik Sumatera tapi kita coba untuk memberikan wisatawan yang ingin menyaksikan bagaimana rupa gunung Krakatau dari dekat," imbuhnya.

Dalam event yang juga memeriahkan HUT Kota Cilegon ke-18 ini, perwakilan Duta Besar negara Panama juga ikut berwisata ke Krakatau. (aff/aff)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pitbull Climate Change Tour Live In Jakarta 2017 14 May 2017 - 20:00  s/d  22:00   Jiexpo Hall C3 - Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat Indonesia kembali akan disambangi musisi dunia dalam konser tunggal. Pitbull akan mengguncang Jakarta 14 Mei 2017. Konser 'Pitbull Climate Change Tour Live in Jakarta' akan digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, mulai pukul 20.00 WIB. Sebelumnya, The King of Dance sudah pernah datang, terakhir pada akhir 2013 silam dan berhasil menghibur para penggemarnya. Kebijakan & Biaya Event Non-refundable , Tiket yang sudah dibeli atau Bookingan yang sudah terconfirm, tidak dapat dikembalikan atau ditukarkan. Metode pembayaran yang tersedia melalui: Bank Transfer, Visa/Master Credit Card, KlikBCA Online, BCA Klikpay, CIMB Clicks, XL Tunai, and ePay BRI. Biaya Administrasi untuk Bank Transfer (Sesuai dengan Unique Code IDR 1000 - 2000). Jumlah yang di  transfer HARUS SESUAI dengan t...
DOMESTIC DESTINATIONS Kolam Susu di Lagu Koes Plus, Sungguhan Ada di Atambua! Fitraya Ramadhanny Redaksi Travel Danau Kolam Susuk di Atambua (Fitraya/detikTravel) Atambua  - Bukan lautan, hanya kolam susu... Begitulah lirik lagu legendaris Koes Plus. Siapa sangka, tempat itu sungguhan ada di Indonesia. "Lagu Koes Plus yang kolam susu itu terinspirasi dari destinasi wisata di Atambua," kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Belu, Fridolinus Siribein kepada detikTravel dan Tim Tapal Batas detikcom ketika baru sampai di Atambua. Sebelum kita pulang ke Jakarta, tim pun mencari lokasi itu, Minggu (2/4/2017). Danau dengan nama unik ini ada di Kecamatan Kakuluk Mesak, sekitar 23 km dari pusat Kota Atambua dan dapat ditempuh sekitar 45 menit. Dari plang gapura gerbang masuknya, ejaannya adalah Kolam Susuk, yang kemudian dimodifikasi Koes Plus menjadi Kolam Susuk. Pemandu kami mengatakan Susuk artinya nyamuk. Tambak ikan bandeng yang fotogenik (Fitraya/det...
Pesona Puncak B29 Lumajang Bagaikan Negeri Di Atas       Awan Lagi-lagi keindahan alam Indonesia tak pernah berhenti menunjukkan pesona kecantikannya. Deretan pegunungan dan pantai di Indonesia selalu menarik para wisatawan untuk datang mengunjungi dan menikmati anugerah Tuhan yang sungguh tiada tara itu. Rasanya kita wajib mensyukuri semua ciptaan Tuhan yang pesona pancaran keindahannya ini dapat terlihat dengan nyata oleh pandangan mata ini. Salah satu objek wisata alam di Indonesia yang sungguh mengagumkan adalah Puncak B29 Lumajang yang terkenal dengan sebutan “Negeri Di Atas Awan”. Dari puncak bukit ini kita bisa melihat hamparan lautan awan putih dan kita bisa menikmati sensasi seperti sedang berada diatas awan. Tentunya sungguh sangat menyenangkan jika sedang berada ditempat ini. Jika sempat menginap, wisatawan juga akan disuguhi pemandangan sunset dan sunrise yang tak kalah indahnya jika dibandingkan dengan sunrise gunung bromo. Puncak B29 Lumajang ...